Papa, lelaki paling hebat yang pernah kutemui. Suaramu, diammu, gerakanmu, sikapmu, segala bentuk perubahan aliran masa tak menyurutkanmu untuk memimpin keluarga ini. - Anakmu
Ibu, wanita terhormat dalam keluarga. Tidak sedetikpun perubahanku luput dari pandanganmu, tak sejengkalpun jarak memisahkan koneksi batinmu denganku, tak ada sekecil apapun itu masalahku yang tidak engkau ketahui, tidak ada rasa sakit yang tidak kau rasakan ketika aku jatuh sakit ataupun terluka, dan tidak pernah matamu terpejam saat ku gelisah. - Anakmu
Namira, satu-satunya saudara perempuan yang aku miliki. Ketahuilah meski jarak terasa jauh meskipun berdekatan, meski tidak ada celotehan dalam ruang, tidak banyak senyum yang kuperlihatkan, percayalah aku memperhatikanmu. - Kakakmu
Eyang Uti, satu-satunya nenek yang aku miliki. Aku telah mewarisi beberapa sifatmu, aku baru menyadarinya. Engkau wanita pemberani yang pernah ada, wanita terkuat, wanita tegar, tidak ada nenek lain yang bisa mengalahkan cita rasa masakan yang kau miliki. - Cucumu
Aku, perempuan yang menjadi seperti saat ini bukan karena aku pandai, bukan karena IQ ku superior, bukan karena aku pintar, bukan karena apapun, melainkan karena aku dan takdirku menggantung didalam doa-doa papa, ibu, adik, dan nenekku.
Ya, mereka yang menjadikanku seperti sekarang ini.
Mencintai mereka adalah bukan sebuah penghargaan melainkan kewajiban, mendoakan mereka adalah bukan hanya sebuah kewajiban tapi bentuk bukti balas bakti, dan melihat mereka tersenyum penuh kebanggaan adalah sebuah penghargaan bagiku. - D.E.S.T.Y .D.I.A.N
Ibu, wanita terhormat dalam keluarga. Tidak sedetikpun perubahanku luput dari pandanganmu, tak sejengkalpun jarak memisahkan koneksi batinmu denganku, tak ada sekecil apapun itu masalahku yang tidak engkau ketahui, tidak ada rasa sakit yang tidak kau rasakan ketika aku jatuh sakit ataupun terluka, dan tidak pernah matamu terpejam saat ku gelisah. - Anakmu
Namira, satu-satunya saudara perempuan yang aku miliki. Ketahuilah meski jarak terasa jauh meskipun berdekatan, meski tidak ada celotehan dalam ruang, tidak banyak senyum yang kuperlihatkan, percayalah aku memperhatikanmu. - Kakakmu
Eyang Uti, satu-satunya nenek yang aku miliki. Aku telah mewarisi beberapa sifatmu, aku baru menyadarinya. Engkau wanita pemberani yang pernah ada, wanita terkuat, wanita tegar, tidak ada nenek lain yang bisa mengalahkan cita rasa masakan yang kau miliki. - Cucumu
Aku, perempuan yang menjadi seperti saat ini bukan karena aku pandai, bukan karena IQ ku superior, bukan karena aku pintar, bukan karena apapun, melainkan karena aku dan takdirku menggantung didalam doa-doa papa, ibu, adik, dan nenekku.
Ya, mereka yang menjadikanku seperti sekarang ini.
Mencintai mereka adalah bukan sebuah penghargaan melainkan kewajiban, mendoakan mereka adalah bukan hanya sebuah kewajiban tapi bentuk bukti balas bakti, dan melihat mereka tersenyum penuh kebanggaan adalah sebuah penghargaan bagiku. - D.E.S.T.Y .D.I.A.N

Komentar
Posting Komentar